Dua bulan terakhir ini, hidup gue penuh dengan berbagai macam trouble, tapi berbeda dari masalah-masalah gue sebelumnya yang bisa dilalui dengan mudahnya, masalah kali ini pokonya double trouble banget. Atau mungkin combo trouble. Gue tau semua orang pasti punya masalah sama halnya kaya gue. bukan bermaksud untuk menceritakan masalah gue, mungkin dengan gue menulis semua ini apa yang ada dihati dan pikiran gue bisa plong. Dan semua ini berawal dari masalah nenek gue yang mulai sakit-sakitan, dan gue yang mulai sibuk di organisasi yang gue ikuti dikampus.
Jadwal
gue mulai ga teratur, gue harus jagain nenek gue yang sakit dirumah, tetapi
juga harus memikirkan acara yang akan diselenggarakan oleh organisasi gue.
alhasil pikiran gue mulai terpecah, menjadi tiga, atau mungkin empat,
kuliah-organisasi-nenek-pacar gue. dari kesibukan ini pula pacar gue sering
ngomel karena gue sibuk. Singkat cerita nenek gue baikan dan acara di
organisasi gue pun sudah terlaksana.
Tetapi,
masalah tidak secepat itu berlalu, kali ini datang dari pacar gue. entah siapa
orang yang benci gue sampai-sampai gue seperti dimata-matai, berawal dari
sosmed instagram gue yang dimata-matai, orang itu mengirim gambar ke kontak
pacar gue (dy), gambar itu adalah foto cewek yang gue like. Disitu juga gue
merasa bodoh, memang Cuma like, just like, dan foto yang gue like itu juga udah
cukup lama postingannya, bahkan gue lupa pernah like foto itu. Tapi gue gak tau
kalo ini akan jadi masalah besar, Puncaknya pacar gue marah besar dan hampir
berakhir hubungan gue, dia sangat benci gue, saat itu gue pengen banget
lemparin orang yang udah ngirim foto itu ke cewek gue ke sungai ciliwung.
Tapi
dengan sabar, gue coba menjelaskan semua kejadian itu dan akhirnya pacar gue
memaafkan gue. gue dikasih kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Hubungan
pun kembali normal. Sampai bulan oktober, tepat dimana gue menjadi kordinator
acara inagurasi buat para junior jurusan gue di puncak. Masalah kembali datang,
masih soal hal yang sama, instagram, dan like. Kali ini yang dituduhkan ke gue
adalah gue beberapa kali melike foto mantan gue, entah itu foto dia atau
berbentuk yang lain, gue gak ngerti ini yang cepuin instagram gue siapa, karena
gue men-like foto mantan gue itu udah lama banget udah sekitar 4-6 bulan yang
lalu, gue aja lupa pernah like foto itu atau engga, dan ya sama seperti
sebelumnya hanya like gak bermaksud apa-apa, dan anehnya ada beberapa foto yang
baru diposting dua minggu terakhir oleh mantan gue dan gue like. Padahal gue
sama sekali gak like foto itu. Dan anehnya lagi di seacrh instagram gue itu
terdapat nama mantan gue dipaling atas, sedangkan gue gak pernah buka instagram
mantan gue, hanya liat foto dia di timline. Alhasil pacar gue kembali marah dan
mengecam hubungan ini harus berakhir. Dia marah besar dan kondisi ini cukup
ngebuat gue frustasi, karena dimalam pacar gue marah sama gue, malam itu adalah
malam dimana gue harus menjadi kordinator acara inagurasi jurusan gue. dari
situ masalah semakin besar, gue harus fokus ke dalam acara, tetapi juga harus
fokus dengan masalah pacar gue. konsentrasi gue kebelah dua, rasanya gue ingin
tejun bebas dari atas puncak sambil bilang ‘gue ingin bebas dari masalah ini
semua’.
Hari
berikutnya dimana jadwal inagurasi sangat padat dan banyak sekali perubahan rundown acara, mulai dari ngaretnya acara
sampai maba yang susah diatur, jujur konsentrasi gue saat itu adalah pacar gue,
gue kepikiran dia terus, gue gak bisa, gue harus selesaikan masalah gue, tapi
acara inagurasi ngedesak gue, perubahan rundown
cukup ngebuat gue makin frustasi, gak konsen ngebuat acara gue kacau, anak
buah gue juga ada yang pulang, divisi acara semakin sedikit, dan puncaknya
dimalam hari dimana acara puncak itu dimulai, gue marah-marah kepada maba dan
seluruh panitia, padahal hanya karena maba masih leha-leha sedangkan rundown itu acara sudah dimulai. Entah setan
apa yang pengaruhi gue, saat itu gue kacau, gue marah-marah gue emosi, acara
juga kacau, beruntung teman-teman gue bisa ngehandle acara itu sampai selesai,
sementara gue mencoba menenangkan pikiran gue dipojokan villa. Banyak yang
tanya ‘Dit lo kenapa?, jangan emosi dit, kasian maba’ gue menjawab ‘ gapapa,
sorry ya, mungkin gue mau pms’ sebisa mungkin gue ngehibur diri gue.
Yang
membuat pikiran gue tambah kacau, pacar gue sama sekali gak ada kabar, dia
marah besar, nomernya gak aktif, bbm gue juga di delcont. Sampai acara malam
itu selesai gue kecapean, gue sakit, tetapi gue memaksakan diri untuk tetap
melanjutkan acara walau hanya duduk doang, dan cuma melihat indahnya pucak
gunung dengan cahaya lampu rumah warga, dan indahnya bulan dan kumpulan rasi
bintang yang terpampang jelas di langit, tetapi, keindahan itu semua gak ada
artinya kalo lo tetep marah sama gue dy.
Saat
itu gue sadar, ya semua karena gue, gue yang bodoh karena satu hal yang gak
bisa gue lakukan dari dulu, mengerti perasaan pasangan gue. gue selalu
melakukan kesalahan demi kesalahan, gue seperti orang yang baru pertama kali
pacaran, gak ngerti kalo hal yang kecil dan tanpa sadar tanpa dipikir terlebih
dahulu bisa melukai hati seseorang. Mungkin gue Cuma bisa minta maaf sama lo
dy, kesempatan yang lo kasih ke gue, gue lakuin kok, gue udah gak pernah
macem-macem dan melakukan kesalahan yang bodoh itu lagi, yang lo lihat
kesalahan gue yang dulu yang belum merubah sifat gue, foto like itu udah lama,
dan gue pun gak ada maksud apa-apa, dan ada foto yang di like tanpa
sepengetahuan gue.
Maafin
gue dy, iya gue tau perasaan lo pasti sakit, dan menyangka gue macem macem,
tapi jujur gue gak ada maksud apa-apa, gue sayang sama lo. gue sadar, tanpa lo
gue ga jadi adit yang sekarang, ga bisa jadi adit yang mencoba untuk mewujudkan
cita-citanya, tanpa lo mungkin gue hanya punya ambisi, tapi gak punya
keberanian melakukan hal yang gue impikan, gue menjadi reporter, gue udah mulai
ngeblog gue mau ini itu selalu lo suport dan lo semangatin gue. tanpa lo gue
mungkin hanya menjadi mahasiswa biasa yang hanya akrab sama tugas, dan
menenggelamkan impian-impian gue.
Gue
juga sayang sama lo dy, sayang banget, gue selalu kepikiran lo, gue bukan mau
lo menangis karena kesalahan gue, tapi mau menangis karena bahagia bisa menjadi
bagian dari hidup gue.
Maafin
gue dy.
No comments:
Post a Comment