Sunday, October 19, 2014

double trouble


Dua bulan terakhir ini, hidup gue penuh dengan berbagai macam trouble, tapi berbeda dari masalah-masalah gue sebelumnya yang bisa dilalui dengan mudahnya, masalah kali ini pokonya double trouble banget. Atau mungkin combo trouble. Gue tau semua orang pasti punya masalah sama halnya kaya gue. bukan bermaksud untuk menceritakan masalah gue, mungkin dengan gue menulis semua ini apa yang ada dihati dan pikiran gue bisa plong. Dan semua ini berawal dari masalah nenek gue yang mulai sakit-sakitan, dan gue yang mulai sibuk di organisasi yang gue ikuti dikampus.


Jadwal gue mulai ga teratur, gue harus jagain nenek gue yang sakit dirumah, tetapi juga harus memikirkan acara yang akan diselenggarakan oleh organisasi gue. alhasil pikiran gue mulai terpecah, menjadi tiga, atau mungkin empat, kuliah-organisasi-nenek-pacar gue. dari kesibukan ini pula pacar gue sering ngomel karena gue sibuk. Singkat cerita nenek gue baikan dan acara di organisasi gue pun sudah terlaksana. 

Tetapi, masalah tidak secepat itu berlalu, kali ini datang dari pacar gue. entah siapa orang yang benci gue sampai-sampai gue seperti dimata-matai, berawal dari sosmed instagram gue yang dimata-matai, orang itu mengirim gambar ke kontak pacar gue (dy), gambar itu adalah foto cewek yang gue like. Disitu juga gue merasa bodoh, memang Cuma like, just like, dan foto yang gue like itu juga udah cukup lama postingannya, bahkan gue lupa pernah like foto itu. Tapi gue gak tau kalo ini akan jadi masalah besar, Puncaknya pacar gue marah besar dan hampir berakhir hubungan gue, dia sangat benci gue, saat itu gue pengen banget lemparin orang yang udah ngirim foto itu ke cewek gue ke sungai ciliwung.

Tapi dengan sabar, gue coba menjelaskan semua kejadian itu dan akhirnya pacar gue memaafkan gue. gue dikasih kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Hubungan pun kembali normal. Sampai bulan oktober, tepat dimana gue menjadi kordinator acara inagurasi buat para junior jurusan gue di puncak. Masalah kembali datang, masih soal hal yang sama, instagram, dan like. Kali ini yang dituduhkan ke gue adalah gue beberapa kali melike foto mantan gue, entah itu foto dia atau berbentuk yang lain, gue gak ngerti ini yang cepuin instagram gue siapa, karena gue men-like foto mantan gue itu udah lama banget udah sekitar 4-6 bulan yang lalu, gue aja lupa pernah like foto itu atau engga, dan ya sama seperti sebelumnya hanya like gak bermaksud apa-apa, dan anehnya ada beberapa foto yang baru diposting dua minggu terakhir oleh mantan gue dan gue like. Padahal gue sama sekali gak like foto itu. Dan anehnya lagi di seacrh instagram gue itu terdapat nama mantan gue dipaling atas, sedangkan gue gak pernah buka instagram mantan gue, hanya liat foto dia di timline. Alhasil pacar gue kembali marah dan mengecam hubungan ini harus berakhir. Dia marah besar dan kondisi ini cukup ngebuat gue frustasi, karena dimalam pacar gue marah sama gue, malam itu adalah malam dimana gue harus menjadi kordinator acara inagurasi jurusan gue. dari situ masalah semakin besar, gue harus fokus ke dalam acara, tetapi juga harus fokus dengan masalah pacar gue. konsentrasi gue kebelah dua, rasanya gue ingin tejun bebas dari atas puncak sambil bilang ‘gue ingin bebas dari masalah ini semua’.

Hari berikutnya dimana jadwal inagurasi sangat padat dan banyak sekali perubahan rundown acara, mulai dari ngaretnya acara sampai maba yang susah diatur, jujur konsentrasi gue saat itu adalah pacar gue, gue kepikiran dia terus, gue gak bisa, gue harus selesaikan masalah gue, tapi acara inagurasi ngedesak gue, perubahan rundown cukup ngebuat gue makin frustasi, gak konsen ngebuat acara gue kacau, anak buah gue juga ada yang pulang, divisi acara semakin sedikit, dan puncaknya dimalam hari dimana acara puncak itu dimulai, gue marah-marah kepada maba dan seluruh panitia, padahal hanya karena maba masih leha-leha sedangkan rundown itu acara sudah dimulai. Entah setan apa yang pengaruhi gue, saat itu gue kacau, gue marah-marah gue emosi, acara juga kacau, beruntung teman-teman gue bisa ngehandle acara itu sampai selesai, sementara gue mencoba menenangkan pikiran gue dipojokan villa. Banyak yang tanya ‘Dit lo kenapa?, jangan emosi dit, kasian maba’ gue menjawab ‘ gapapa, sorry ya, mungkin gue mau pms’ sebisa mungkin gue ngehibur diri gue.
Yang membuat pikiran gue tambah kacau, pacar gue sama sekali gak ada kabar, dia marah besar, nomernya gak aktif, bbm gue juga di delcont. Sampai acara malam itu selesai gue kecapean, gue sakit, tetapi gue memaksakan diri untuk tetap melanjutkan acara walau hanya duduk doang, dan cuma melihat indahnya pucak gunung dengan cahaya lampu rumah warga, dan indahnya bulan dan kumpulan rasi bintang yang terpampang jelas di langit, tetapi, keindahan itu semua gak ada artinya kalo lo tetep marah sama gue dy. 

Saat itu gue sadar, ya semua karena gue, gue yang bodoh karena satu hal yang gak bisa gue lakukan dari dulu, mengerti perasaan pasangan gue. gue selalu melakukan kesalahan demi kesalahan, gue seperti orang yang baru pertama kali pacaran, gak ngerti kalo hal yang kecil dan tanpa sadar tanpa dipikir terlebih dahulu bisa melukai hati seseorang. Mungkin gue Cuma bisa minta maaf sama lo dy, kesempatan yang lo kasih ke gue, gue lakuin kok, gue udah gak pernah macem-macem dan melakukan kesalahan yang bodoh itu lagi, yang lo lihat kesalahan gue yang dulu yang belum merubah sifat gue, foto like itu udah lama, dan gue pun gak ada maksud apa-apa, dan ada foto yang di like tanpa sepengetahuan gue.

Maafin gue dy, iya gue tau perasaan lo pasti sakit, dan menyangka gue macem macem, tapi jujur gue gak ada maksud apa-apa, gue sayang sama lo. gue sadar, tanpa lo gue ga jadi adit yang sekarang, ga bisa jadi adit yang mencoba untuk mewujudkan cita-citanya, tanpa lo mungkin gue hanya punya ambisi, tapi gak punya keberanian melakukan hal yang gue impikan, gue menjadi reporter, gue udah mulai ngeblog gue mau ini itu selalu lo suport dan lo semangatin gue. tanpa lo gue mungkin hanya menjadi mahasiswa biasa yang hanya akrab sama tugas, dan menenggelamkan impian-impian gue. 

Gue juga sayang sama lo dy, sayang banget, gue selalu kepikiran lo, gue bukan mau lo menangis karena kesalahan gue, tapi mau menangis karena bahagia bisa menjadi bagian dari hidup gue.

Maafin gue dy.   

No comments:

Post a Comment