Monday, July 20, 2015

untitled



Gue pikir, pacaran itu enak, seneng terus, bahagia terus, bisa memikirkan hal berdua. Intinya jadi orang yang gak sendirian. Ada yang selalu mengingatkan apapun, dari ngingetin mandi, makan, sampai ngingetin udah ee apa belum. Semua indah kalo dibayangkan. Serasa hidup itu memang harus pacaran biar bisa bahagia. 

Pacaran juga bisa membuat kita bangga bila ditanya temen, ‘lo jomblo?’ dan gue bisa jawab ‘engga lah gue punya pacar’ . pacaran juga bisa saling curhat mengadu kesedihan dengan pasangan, ya, pasangan itu diciptakan untuk mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. 

Sangat indah memang kalau hubungan hanya melihat semua kebahagiaan-kebahagiaan itu semua. Namun kenyataannya dalam hubungan pasti ada pertengkaran, masalah, konflik. Tak jarang sebuah pertengkaran itu menentukan sikap apakah yang harus kita pilih. Menurut gue ada tiga sikap yang biasa kita pilih dalam hubungan, yaitu, bertahan, putus/nyerah, pergi begitu saja. Dalam hubungan memang sangat rawan pada problem, misalnya saja cemburu. Wanita biasanya menjadi seseorang yang sangat kuatir terhadap pasangannya, sehingga lebih gampang cemburu. Melihat pacarnya sedang mengintip rok wanita lain, pacarnya langsung marah, iyalah pasti marah, mungkin kalau ceweknya petinju, sudah habis pacarnya diuppercut sama cewenya. Kadang juga konflik bisa timbul dari ketidak cocokan.

Wednesday, July 15, 2015

jono dan jeni episode cemburu menguras hati





'Apaan sih itu mba-mba, genit banget masa dia ngucapin selamat pagi ke kamu ' ucap Jeni kepada Jono

'Mba-mba pegawai alfa mart emang begitu sayang, setiap ada yang masuk.......' sahut Jono santai

'Tapi dia genit banget, kamu juga, ngapain disenyumin, kamu suka? Hah?' Jeni sewot sambil remes2 kencang kemaluan Jono, eh maksudnya tangan Jono

'Tapi Jeni, aku..........' Belum selesai Jono berbicara tiba-tiba

'Udah gausah tapi tapi. Kamu naksir kan, kamu suka kan? Apa? Apa? Mau alesan apa? Udahlah...........' dua jam Jeni terus memarahi jono sampai mulutnya keluar busa detergen.

Jono : 'pura-pura mati'

Saturday, July 11, 2015

waktu



Malam itu gue melihat halaman samping rumah gue. Gue melihat sebuah rumah baru yang belum jadi. Entah apa yang spesial dari rumah itu tetapi gue terus melihat rumah itu. Tanpa disadari gue bukan melihat rumah itu namun melihat kenangan dimasa kecil. Dahulu rumah yang gue pandangi tu adalah lahan kosong yang hanya diisi oleh satu pohon rambutan yang besar. Gue sering bermain disitu. Main lari-larian, main bola, main apapun dilahan itu. Sekarang lahan itu sudah menjadi rumah. Gue tersadar sudah berapa lama waktu itu berjalan. Pandangan langsung tertuju pada tangan gue dan tubuh gue. Gue udah 20 tahun, rasanya baru kemarin gue berlarian di lahan kosong yang sekarang sudah jadi rumah.