Tuesday, January 20, 2015

jangan sampe nyesel, sob!



‘Hai Jen udah makan belum?, kamu lagi apa Jen?’

‘udah, ngapain kek bukan urusan lo’ jawab jeni dengan balasan jutek, sejutek limbad

Jono yang menerima pesan itu tidak lantas sedih ia pun cuma berfikir kalau jeni lagi pms, atau abis duel sama singa, jadi balesnya emosi gitu.

Hari demi hari hubungan Jono dan Jeni hanya menjadi sebuah cinta yang pincang. Jono tetap perhatian, menunjukan rasa sayangnya ke Jeni, tetapi jeni terus cuek terhadap Jono.

Jono dan Jeni adalah sepasang kekasih yang sudah lama berpacaran, awalnya Jeni tidak secuek ini. Mungkin karena usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, yap mereka berpacaran sejak Jono dan Jeni masih menjadi zigot di masing-masing rahim ibunya.


Usia hubungan tidak menyurutkan cinta Jono terhadap Jeni, tetapi Jeni malah sebaliknya dia sudah mulai cuek dan tidak peduli dengan Jono.

‘Jen, kuping aku mimisan Jen’

‘kuping lo congean Jon, bukan mimisan goblok’

‘eh typo Jen, maksudnya idungnya yang mimisan’

Secuek itu Jeni terhadap jono, tapi sebaliknya jono sangat menyayangi jeni, hampir setiap jamnya jono selalu menanyakan kabar jeni, sampai-sampai chatnya itu seperti alarm di hape Jeni.

Suatu hari, Jeni yang moodnya lagi jelek, mood Jeni memang suka berubah-rubah seperti prakiraan cuaca akhir-akhir ini, ketika mood Jeni sedang turun atau jelek, Jeni selalu marah-marah, tidak terkontrol, bagaikan babi lepas yang siap menghancurkan ladang pertanian.

‘jen kamu kenapa? Jangan marah-marah jen’ 

 ‘apaan sih, kamu tuh gak ngerti Jon, udah kamu pergi aja sana’ jawab jeni disebrang telepon

‘ada apa jen, aku bisa bantu kamu’

‘gak usah sok pahlawan deh lo, lo pergi aja deh mendingan’ emosi Jeni semakin klimaks

Dan saat itu pun Jono yang hanya manusia rapuh tiba-tiba berkata 

‘Jen, aku Cuma takut, takut aku pergi ninggalin kamu karena sifat kamu yang seperti ini, aku gak mau kamu menyesali semuanya,begitu juga aku Jen, yang ga mau menyesal karena kehilangan kamu’

Jeni yang sangat emosi, sampai kepalanya keluar api unggun, langsung membalas perkataan Jono ‘yaudah Jon, kita putus aja’

Jono terdiam, lima menit kemudian Jono langsung sakit tipes.

Akhirnya Jono pergi, Jono sakit hati dengan Jeni,dia menuruti permintaan Jeni yang mengatakan ‘pergi sana, pergi yang jauh, gue gak butuh lo jon’

Kata-kata yang sangat Jono ingat. Akhirnya jono pergi, dan sejak saat itu Jono sudah tidak menghubungi Jeni lagi.

Satu bulan kemudian, Jeni merasa gelisah, sudah tidak ada lagi sms Jono yang menanyakan dia makan, lagi apa?, lagi dimana?, pulang jam berapa?, semalam berbuat apa?, yolanda~ (?)

Sudah tidak ada lagi perhatian Jono yang sebelumnya selalu ada, sudah tidak ada lagi orang yang selalu memperhatikan Jeni. Yap, di moment ini lah Jeni mulai merasa kesepian, Jeni mulai merasa kehilangan Jono. Kadang memang kita baru menyadari bahwa orang yang selalu ada untuk kita sangat berharga, dan kita baru merasakan berharganya orang itu ketika ia sudah tidak bersama kita.

Jeni hanya bisa menangis, di setiap tetes air mata yang mengalir dipipi Jeni, ia mengucapkan ‘kamu kemana jon’

Air mata yang tidak bisa membalikan keadaan seperti semula. 



Ini adalah skema cerpen yang memberikan pesan jangan menyia-nyiakan seseorang yang menyayangi kamu, karena orang yang menyayangi kamu, dan hadir setiap saat untuk kamu, bisa pergi kapan saja sebelum kamu bisa membalas semua yang sudah diberikan oleh orang tersebut.  

No comments:

Post a Comment