Wednesday, April 22, 2015

sulit



Pernah gak sih lo denger kata-kata  ‘hidup itu pilihan’. Kalo lo belum pernah denger berarti waktu lo kecil ga pernah dikasih asi. Kalo buat orang yang udah pernah denger, gue mau bertanya satu hal ‘apa lo percaya kalo hidup ini pilihan?’

‘percaya kok kaka adit, dari saya kecil saya milih hidup jadi cewe, eh pas gede tetep jadi cewe,ternyata kelamin saya dari kecil emang cewek. jadi saya percaya’

‘ga percaya kak, abis saya milih hidup sama ariana grande, eh malah hidup sama cabe-cabean alay’

Mungkin kalo kedua orang yang seperti contoh diatas mereka sudah salah gaul di masa muda mereka. 


Lanjut ke topik permasalahan ‘hidup itu pilihan’. Jujur gue percaya banget sama kata-kata ini. Karena apa yang gue lakukan sekarang ini adalah pilihan gue. mulai dari gue pilih jadi mahasiswa dengan ikut berorganisasi, gue ngerasa hebat setelah gue ikut berorganisasi, gue merasa beda dengan mahasiswa lain yang hanya kupu-kupu. Tetapi lama kelamaan gue mulai menemukan masalah demi masalah dalam hidup gue karena pilihan ini. Gue menjadi manusia yang sangat sibuk, melupakan pilihan lain yang gue inginkan

Jadwal gue berantakan gue belum bisa memanage waktu, kuliah gue jadi berantakan. Biasanya gue selalu main dengan teman kelas gue disela waktu jam pelajaran, sekarang gue harus mengurus organisasi gue dan hubungan gue juga dengan doi.

Kadang ada kegiatan yang bersamaan di waktu yang bersamaan dan keduanya penting, misal, ada rapat di organisasi dan juga ada uas mendadak dari dosen yang super ngeselin, serta doi minta ketemuan di waktu yang sama pula. Kadang kalau sudah begini saya merasa sedih.

Kadang juga gue selalu berharap bertemu naruto dan minta ajarin jurus seribu bayangan.

Pilihan gue yang kedua adalah. Memilih memiliki seorang pacar. ya mungkin karena gue ga mau jomblo dan emang karena perasaan sayang gue ke doi yang ga bisa dielakan, jadi gue nembak doi. Awal gue jadian sama doi gue belum sesibuk sekarang. Dan ketika gue sibuk seperti sekarang gue kira semua akan berjalan baik baik aja. Tetapi masalah demi masalah terus datang dari hubungan ini, doi yang sifatnya suka berubah-rubah seperti bunglon yang sedang diserang musuh. Dan gue yang suka ga ngerti apa maksud doi jadi salah satu penyebab terjadinya cekcok

Yang ketiga adalah impian gue menjadi penulis, gue memilih jalan ini, gue mulai perlahan-lahan menulis apapun yang ingin gue tulis sampai akhirnya gue bikin blog dan mencoba membuat novel. Tapi karena kesibukan gue di berbagai hal, akhirnya blog gue mulai vakum dari bulan februari ini dan tulisan novel gue mentok di delapan bab. 

Terlebih di semester 4 ini gue makin sibuk aja, kuliah yang udah mulai susah, di organisasi gue udah jadi seorang pengurus yang berati tugas gue jadi tambah bertumpuk, belum lagi dari jurusan yang membuat kepengurusan HMJ (HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN) dan ternyata gue malah menjadi ketua di salah satu departementnya. Wah makin kaya mahasiswa abadi yang mengabdi kepada organisasi gue, rasanya gue pengen banget membelah diri layaknya spora dan membagi tugas-tugas gue kepada klon-klon gue.

Soal doi? Yah jangan ditanya deh, makin sulit aja hubungan gue, ga bisa banget denger kata ‘yang aku ada rapat’ dengan kecepatan seperti peluru senapan doi ngebales ‘oh’. Itu artinya doi ngambek dan ga suka kalo gue sibuk. Padahal mau bagaimana lagi gue udah seperti masuk labirin trus ketika lolos malah kecemplung ke dalam blackhole.
harus lebih ekstra lagi menyayangi dan mencintai doinya, untung kalo mencintai dan menyangi udah dari hari yang terdalam. 

Impian gue makin terabaikan deh, huhu, sedih sih karena itu adalah satu-satunya harapan gue. tapi malah terabaikan. 

Ternyata apa yang gue kira gak sesuai sama ekspektasi gue, gue selalu bisa membayangkan betapa mudahnya menstabilkan kuliah-hubungan-impian. Tetapi semuanya sulit. Ga berjalan semudah apa yang gue pikirkan. Mungkin dalam tulisan ini jelas banget gue mengutarakan penyesalan gue terhadap pilihan dalam hidup gue. tapi gue gak akan nyerah, gue tetap percaya sama apa yang gue pilih pasti akan menghasilkan sesuatu yang akan membahagiakan diri gue sendiri nantinya.....
  

No comments:

Post a Comment