Seperti
pelangi setia
Menunggu
hujan reda
Aku
selalu suka sehabis hujan
Di
bulan Desember.......
Bait
lagu yang mengingatkan gue betapa indahnya aroma sehabis hujan. Kadang kita
mengerti banyak hal karena hujan, jika kita terjebak hujan. Kita berdiam di
pinggir toko, melihat hujan, menunggu tetes demi tetes air hujan yang terus
menggenangi jalanan.
Buat
gue hujan adalah sebuah cerita, banyak yang terjadi ketika hujan, menunggu
hujan di pinggir jalan bareng gumilang sahabat gue, sambil main twitter dan gue
ngetwit ‘menunggu hujan sama kaya menunggu jodoh, lama’. Sampai menunggu hujan
dipinggir toko kue bareng Doi ketika masih jadi gebetan, karena hujan kami
mengobrol, karena hujan membuat kami menunggu, karena hujan kami bisa terpaksa
membuka mulut untuk berbicara mencari topik bahasan untuk diobrolkan sampai
hujan reda. Ya hujan memang penuh dengan cerita.
Gue
rindu hujan.
Bulan
dimana hujan seharusnya turun, namun panas enggan memberikan kesempatan untuk
hujan membasahi bumi. Apakah kita harus
menunggu sampai desember untuk melihat tetes air hujan turun membasahi jalanan?
Jika
gue sendiri terjebak hujan, semua rasa yang sedang gue rasakan hilang seketika
dibawa derasnya air hujan yang jatuh ke jalanan. Karena tak ada yang bisa kita
lakukan jika hujannya deras, kita hanya menunggu. Dipaksa menikmati air yang
turun dari langit, sampai kita hanya bisa terdiam. Gue selalu terdiam menikmati
hujan yang turun, hanya bisa mengingat betapa indahnya hal yang dilakukan ketika hujan turun. Gue teringat, ‘kita’
berdua terjebak di depan toko distro karena hujan sudah tak bisa dibendung
lagi. karena semakin deras, kita semakin kebelakang sampai tersandar tembok
toko. Kita berdua terciprat air hujan yang memantul dari jalanan, hanya bisa
tersenyum dan mengatakan ‘hujannya gede banget’. tak lama setelah itu kita mulai mencari
pandangan lain, kita memandang toko distro yang berisi baju-baju keren,
diantara baju-baju itu terlihat sebuah kaos singlet bertuliskan ‘7 eleven’. Kita
berdua tertawa di tengah hujan yang semakin deras. Dan berfikir siapa yang mau
pakai kaos itu, apakah standar gaul harus pakai kaos bertuliskan ‘7 eleven?’
Semua
tidak penting, hikmah dari hujan kita bisa semakin dekat. Bisa tertawa walau
baju sudah basah terciprat hujan.
Gue
juga pernah kecewa karena hujan, ada beberapa moment dimana gue gak jadi ketemu
doi karena hujan, langit selalu gelap ketika sore hari dan hujan akan segera
turun. Janjian kita pun batal karena hujan.
Tak
jarang gue jadikan hujan sebagai sebuah moment santai untuk melupakan
seseorang, melupakan kenangan pahit, melupakan apapun yang kita ingin lupakan,
berharap semua yang ingin kita lupakan terbawa derasnya air hujan yang mengalir
di jalanan.
Hujan
juga menggali ingatan masa kecil gue, yang tidak takut dengan air hujan, gue,
malah keluar menunggu tetesan hujan yang jatuh dari langit, sambil menari. Suara
nyokap yang terdengar keras dengan kalimat menyuruh pulang jangan main
hujan-hujanan. Namun tak gue hiraukan, gue tetap berada dibawah guyuran hujan
yang membasahi baju gue. Semua terus terngiang-ngiang ketika gue rindu hujan
Semua
karena hujan kadang manis, kadang juga pahit, kadang tak kita inginkan, kadang
kita inginkan. Kadang menggangu, kadang kita mebutuhkannya.
Sampai
nanti....
Ketika
hujan tak lagi meneteskan duka,
Meretaskan
luka,
Sampai
hujan memulihkan luka.
Jangan
salahkan Hujan. Ada sebuah kata yang bertuliskan ‘jika kita menyalahkan Hujan, kita
berarti menyalahkan penciptanya’.
Percayalah
dibalik hujan ada sesuatu yang dirindukan.
No comments:
Post a Comment