Saturday, October 31, 2015

hujan yang dirindukan



Seperti pelangi setia 

Menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan

Di bulan Desember.......

Bait lagu yang mengingatkan gue betapa indahnya aroma sehabis hujan. Kadang kita mengerti banyak hal karena hujan, jika kita terjebak hujan. Kita berdiam di pinggir toko, melihat hujan, menunggu tetes demi tetes air hujan yang terus menggenangi jalanan. 


Buat gue hujan adalah sebuah cerita, banyak yang terjadi ketika hujan, menunggu hujan di pinggir jalan bareng gumilang sahabat gue, sambil main twitter dan gue ngetwit ‘menunggu hujan sama kaya menunggu jodoh, lama’. Sampai menunggu hujan dipinggir toko kue bareng Doi ketika masih jadi gebetan, karena hujan kami mengobrol, karena hujan membuat kami menunggu, karena hujan kami bisa terpaksa membuka mulut untuk berbicara mencari topik bahasan untuk diobrolkan sampai hujan reda. Ya hujan memang penuh dengan cerita.

Gue rindu hujan.

Bulan dimana hujan seharusnya turun, namun panas enggan memberikan kesempatan untuk hujan membasahi bumi.  Apakah kita harus menunggu sampai desember untuk melihat tetes air hujan turun membasahi jalanan? 

Jika gue sendiri terjebak hujan, semua rasa yang sedang gue rasakan hilang seketika dibawa derasnya air hujan yang jatuh ke jalanan. Karena tak ada yang bisa kita lakukan jika hujannya deras, kita hanya menunggu. Dipaksa menikmati air yang turun dari langit, sampai kita hanya bisa terdiam. Gue selalu terdiam menikmati hujan yang turun, hanya bisa mengingat betapa indahnya hal yang  dilakukan ketika hujan turun. Gue teringat, ‘kita’ berdua terjebak di depan toko distro karena hujan sudah tak bisa dibendung lagi. karena semakin deras, kita semakin kebelakang sampai tersandar tembok toko. Kita berdua terciprat air hujan yang memantul dari jalanan, hanya bisa tersenyum dan mengatakan ‘hujannya gede banget’.  tak lama setelah itu kita mulai mencari pandangan lain, kita memandang toko distro yang berisi baju-baju keren, diantara baju-baju itu terlihat sebuah kaos singlet bertuliskan ‘7 eleven’. Kita berdua tertawa di tengah hujan yang semakin deras. Dan berfikir siapa yang mau pakai kaos itu, apakah standar gaul harus pakai kaos bertuliskan ‘7 eleven?’ 

Semua tidak penting, hikmah dari hujan kita bisa semakin dekat. Bisa tertawa walau baju sudah basah terciprat hujan. 

Gue juga pernah kecewa karena hujan, ada beberapa moment dimana gue gak jadi ketemu doi karena hujan, langit selalu gelap ketika sore hari dan hujan akan segera turun. Janjian kita pun batal karena hujan. 

Tak jarang gue jadikan hujan sebagai sebuah moment santai untuk melupakan seseorang, melupakan kenangan pahit, melupakan apapun yang kita ingin lupakan, berharap semua yang ingin kita lupakan terbawa derasnya air hujan yang mengalir di jalanan.

Hujan juga menggali ingatan masa kecil gue, yang tidak takut dengan air hujan, gue, malah keluar menunggu tetesan hujan yang jatuh dari langit, sambil menari. Suara nyokap yang terdengar keras dengan kalimat menyuruh pulang jangan main hujan-hujanan. Namun tak gue hiraukan, gue tetap berada dibawah guyuran hujan yang membasahi baju gue. Semua terus terngiang-ngiang ketika gue rindu hujan
  
Semua karena hujan kadang manis, kadang juga pahit, kadang tak kita inginkan, kadang kita inginkan. Kadang menggangu, kadang kita mebutuhkannya. 

Sampai nanti.... 

Ketika hujan tak lagi meneteskan duka,

Meretaskan luka,

Sampai hujan memulihkan luka.

Jangan salahkan Hujan. Ada sebuah kata yang bertuliskan ‘jika kita menyalahkan Hujan, kita berarti menyalahkan penciptanya’. 

Percayalah dibalik hujan ada sesuatu yang dirindukan.

No comments:

Post a Comment