Gue
pikir, pacaran itu enak, seneng terus, bahagia terus, bisa memikirkan hal
berdua. Intinya jadi orang yang gak sendirian. Ada yang selalu mengingatkan
apapun, dari ngingetin mandi, makan, sampai ngingetin udah ee apa belum. Semua
indah kalo dibayangkan. Serasa hidup itu memang harus pacaran biar bisa
bahagia.
Pacaran
juga bisa membuat kita bangga bila ditanya temen, ‘lo jomblo?’ dan gue bisa
jawab ‘engga lah gue punya pacar’ . pacaran juga bisa saling curhat mengadu
kesedihan dengan pasangan, ya, pasangan itu diciptakan untuk mengubah kesedihan
menjadi kebahagiaan.
Sangat
indah memang kalau hubungan hanya melihat semua kebahagiaan-kebahagiaan itu
semua. Namun kenyataannya dalam hubungan pasti ada pertengkaran, masalah,
konflik. Tak jarang sebuah pertengkaran itu menentukan sikap apakah yang harus
kita pilih. Menurut gue ada tiga sikap yang biasa kita pilih dalam hubungan,
yaitu, bertahan, putus/nyerah, pergi begitu saja. Dalam hubungan memang sangat
rawan pada problem, misalnya saja cemburu. Wanita biasanya menjadi seseorang
yang sangat kuatir terhadap pasangannya, sehingga lebih gampang cemburu.
Melihat pacarnya sedang mengintip rok wanita lain, pacarnya langsung marah,
iyalah pasti marah, mungkin kalau ceweknya petinju, sudah habis pacarnya
diuppercut sama cewenya. Kadang juga konflik bisa timbul dari ketidak cocokan.
Misalnya,
cowoknya suka baju bola, ceweknya suka pake bikini. Karena sang cewe sukanya
pakai bikini, sang cowok harus mengikuti, tetapi cowok nya ga mau pakai bikini,
malah lebih milih pakai lingerine. Akhirnya bertengkar karena ketidak cocokan
tersebut. Oke itu contoh absurd, kasian yang baca ketipu. Contohnya rilnya
seperti perbedaan prinsip, pada dasarnya cowok tidak suka dikekang, sementara
cewek sangat kuatir dengan pasangannya dan selalu curiga. Al hasil sering kali
hal ini membuat cowok sering dibatasi pergaulannya oleh ceweknya. Namun bila
sang cowok tidak mau diperlakukan seperti itu, bisa saja jadi marah dan malah
bertengkar dan endingnya putus.
Tidak
saling mengerti, ini juga bisa memicu konflik, cewek selalu ingin diperhatikan.
Cowok kadang suka cuek. Hal ini bisa menjadi satu buah bahasan pertengkaran.
Ngomongin
masalah sama seperti gue, gue punya hubungan yang udah cukup lama, sekitar 2
abad. Hubungan gue dengan ‘dia’ gak selamanya manis, kadang ada asamnya bila
ditambah cuka, kadang juga pahit, sangat pahit, sepahit bodrex bila dikunyah.
Akhir-akhir
ini masalah selalu datang menghampiri hubungan gue, entah itu dari salah paham,
salah ucap, salah sambung. Kadang karena waktu, kadang karena cemburu, kadang
karena gengsi. Yah, apapun itu semua mengakibatkan pertengkaran.
Semua
pertengkaran yang terjadi pasti salah gue, selalu cewek gue bilang ‘ini
gara-gara kamu’ ‘salah kamu’ ‘kamu yg salah’. Dan gue berusaha mmbuat ini semua
kembali normal. Begitu selalu ketika ada pertengkaran. Ya, pasti jenuh tapi
begitulah hubungan.
Mungkin
gue yang bodoh ga ngerti bagaimana cewek, ya gue gak ngerti cewek karena gue
bukan cewek. Hal-hal diatas yang akhir-akhir ini gue alami ngebuat gue kadang
berfikir apakah sikap yang gue ambil itu pergi, namun gue berfikir sekali lagi
pergi gak nyelesain masalah. Atau putus, putus? Setelah apa yang udah dibangun
selama ini masa gue putus, nyerah? Gue gak bisa ngelak memang gue nyerah sama
hubungan ini. Tapi....... selalu ada tapi ketika ingin bertindak. Jawabannya
tapi ‘aku sayang dia’
Saat
gue mikir nyerah, gue mengambil sebuah micro sd handphone lama gue, gue letakan
micro sd itu di card reader, gue colok ke laptop. Gue buka album foto yang
berisi perjalanan hubungan gue sama dia. banyak moment yang udah dilalui,
foto-foto ini bercerita, foto ini mengatakan betapa manisnya hubungan ini,
seakan tiada masalah, kita berdua selalu tersenyum difoto itu.
Setiap
slide yang digeser menampilkan foto-foto kita yang mengingatkan gue tentang apa
yang udah terjadi di foto itu. Misalnya sebuah foto ketika kita berada di pop
art, sebuah cafe yang menampilkan lukisan pop art dan menyajikan sushi. Gue
pertama kali makan sushi, sama dia. dan ternyata gue gak doyan sushi, gue emang
norak. Tapi poin pentingnya gue jadi mengingat kembali moment yang lucu sama
dia karena foto tersebut.
Kalau
didalam sebuah foto tersebut kita tersenyum bahagia, lantas mengapa sekarang
murung, mengapa sekarang sedih dengan hubungan ini, mengapa nyerah dengan
hubungan ini. Kenapa gak kembali lagi seperti didalam foto tersebut. Tersenyum
dan bahagia karena hubungan ini.

Adegan lo ambil sd card terus liat2 foto lama tuh dramatis banget dit.. Haha
ReplyDeleteKenapa comment postingan yg ini yaa ini mah curhatan wkwkwkwkw
Deletehaha ga nyangka gua dit. kalo lu masih sering galau. tapi keren posting nya. sampe terharu gua bacanya. kwkwkw
ReplyDeleteWkwkwk selow tan gausah menitihkan air mata gitu bacanya, cuma postingan iseng ini wkwkw
DeleteWkwkwk selow tan gausah menitihkan air mata gitu bacanya, cuma postingan iseng ini wkwkw
Delete